Infotainment > Back

Penyanyi pendatang baru indonesia bertalenta

20 Februari 2017 | Posted by Megaswara

tidak semua penyanyi pendatang baru mempunyai kemampuan bermusik standart. Beberapa penyanyi ini, buktikan bahwa mereka punya keahlian dalam bermusik dan juga memiliki suara yang berkarakter. Siapakah mereka?

1. Raisa Andriana

Raisa Andriana (lahir di Jakarta, 6 Juni 1990; umur 25 tahun) atau yang lebih dikenal dengan nama Raisa adalah seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia. Ia mulai dikenal publik setelah membawakan lagu berjudul Serba Salah. Sebelum bernyanyi solo, Raisa merupakan salah satu vokalis band bentukan Kevin Aprilio, Andante, yang kemudian menjadi Vierra (sekarang Vierratale). Album eponim pertamanya Raisa dirilis pada tahun 2011 oleh Solid Records dan Universal Music Indonesia yang diproduseri oleh tiga musisi; Asta Andoko (RAN), serta Ramadhan Handy dan Adrianto Ario Seto (Soulvibe), juga didukung oleh Nanda Oka dan Asta Andoko yang berlaku sebagai Executive Producer untuk Solid Records. Raisa mulai dikenal publik setelah merilis debut single solonya yang berjudul Serba Salah. Kepopulerannya membuat Raisa diundang sebagai salah satu bintang pengisi acara dalam event Java Jazz Festival 2011. Performa Raisa di panggung Java Jazz Festival tersebut makin melejitkan kariernya hingga Raisa mendapatkan penghargaan di Anugerah Musik Indonesia 2012 sebagai Pendatang Baru Terbaik-Terbaik. Pada 2011, album eponim debutnya berjudul Raisa diproduksi dan dirilis oleh Solid Records dan Universal Music Indonesia. Produser album tersebut adalah 3 musisi muda Indonesia, yaitu Asta Andoko (RAN), serta Ramadhan Handy dan Adrianto Ario Seto (Soulvibe). Nanda Oka dan Asta Andoko berlaku sebagai Executive Producer dalam album tersebut. Bakat menyanyi Raisa muncul sejak usia dini. Di usia 3 tahun, Raisa sering tampil berpura-pura seperti penyanyi sungguhan di atas panggung. Musikalitas Raisa banyak terinspirasi dari musisi kenamaan Amerika Serikat seperti Brian McKnight, Alicia Keys, dan Joss Stone. Pada awal karier bernyanyinya, Raisa sempat digandeng komposer kenamaan David Foster untuk tampil di konsernya di Jakarta. Pada 2008, Raisa pun pernah menjadi vokalis band bentukan Kevin Aprilio, Andante, yang merupakan cikal bakal dari berdirinya band Vierra (sekarang Vierratale). Pada awal berdirinya, Andante mempunyai 5 orang personil yaitu Raisa, Widy Soediro Nichlany, Raka Cyril, Satrianda Widjanarko, dan Kevin Aprilio sendiri, tetapi karena pihak label menginginkan konsep yang berbeda, Raisa terpaksa dieliminasi dari band tersebut. Raisa banyak menyanyi reguler di kafe-kafe musik. Dari kesempatan menyanyi di kafe-kafe tersebut, Raisa mendapatkan banyak peluang dalam karier bermusik (wikipedia).

2. Isyana Sarasvati

Isyana Sarasvati diibaratkan bagai berlian yang berkilauan indah untuk Industri music Indonesia. Ia memiliki bakat seni dari kecil yang sudah diasah dengan kerja keras selama bertahun-tahun. Tak heran kalau Isyana sering membuat berbagai karya music yang sangat berpotensi menjadi hits di Indonesia. Penyanyi pendatang baru Indonesia ini lahir di Bandung, 2 Mei 1993. Ia lahir dari keluarga yang sangat mencintai music. Isyana dan keluarga gemar mendengar bebagai genre music, mulai dari pop, metal, rock, hingga dangdut. Selain tumbuh dikeluarga yang mencintai music, Isyana juga tumbuh dalam lingkungan pendidik. Ayahnya, Sapta Dwikardana adalah seorang dosen ahli grafologi dan Ibunya, Luana Marpanda yang merupakan seorang guru music. Gadis yang kini genap berusia 22 tahun itu tengah disibukan menjadi seorang musisi sekaligus penyanyi yang sedang digandrungi remaja Indonesia. Jika di Indonesia namanya mulai berkibar di tahun ini, lain halnya jika di luar negeri. Isyana sudah melalang buana ke berbagai panggung international. Ia pernah mewakili Indonesia di Asian In Acapella, Opera in the Park, Singapura dan masih banyak lagi prestasi yang lain. Bahkan di Kawasan Asia Pacipic, penyanyi pendatang baru Indonesia ini pernah meraih gelar Grand Prize dan menjadi satu dari 15 komposser Electone Dunia untuk Yamaha Electone Concours di Tokyo, Jepang. Tak hanya cemerlang dalam bermusik saja, penyanyi pendatang baru Indonesia ini diberi beasiswa oleh pemerintah Singapura untuk melanjutkan sekolah disana. Ia mendapat beasiswa di Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) untuk menyelesaikan sekolah music performance.

3.Virzha

Di Muhammad Devirzha (lahir di Banda Aceh, 12 Mei 1990; umur 25 tahun) atau yang lebih dikenal dengan nama panggilannya Virzha adalah seorang penyanyi asal Indonesia. Ia merupakan juara ketiga ajang pencarian bakat menyanyi Indonesian Idol musim kedelapan pada tahun 2014. Sebelum mengikuti Indonesian Idol, Virzha merupakan seorang vokalis di sebuah grup musik indie kota Medan bernama Hoppipolla pada tahun 2006 - 2008. Setelah tidak bersama Hoppipolla, Virzha membentuk sebuah band bernama Reborn, yang ia gawangi hingga akhir tahun 2009. Pada awal tahun 2010, Virzha bergabung dalam band indie bernama Beautiful Monday dengan niatan ingin berkarier di dunia musik Indonesia. Pada bulan Januari 2014, Virzha mengikuti audisi ajang pencarian bakat Indonesian Idol musim ke-8 regional Medan. Virzha mengaku mengantri mulai pukul 02.00 pagi dan baru bertemu dengan para juri lokal pada pukul 15.00 sore. Satu bulan kemudian, Virzha dinyatakan lolos untuk mengikuti audisi selanjutnya yang disaring langsung oleh tiga juri utama Indonesian Idol. Ia menyanyikan lagu (Everything I Do) I Do It For You milik Bryan Adams, dan langsung mendapat "yes" dari ketiganya. Ia pun berhasil lolos ke babak spektakuler hingga akhirnya tereliminasi pada tanggal 9 Mei 2014 dan otomatis keluar sebagai juara ketiga. Pada 7 Juli 2014, akun Twitter band rock bentukan Ahmad Dhani, Mahadewa (@MAHADEWAband), secara resmi mengumumkan telah menggaet Virzha sebagai vokalis baru mereka menggantikan posisi Judika. Penampilan perdana Virzha sebagai vokalis Mahadewa disiarkan oleh stasiun televisi tvOne pada 9 Juli 2014. Virzha dan Mahadewa membawakan tiga lagu band rock Dewa 19, yakni "Bukan Rahasia", "Satu" dan "Laskar Cinta". Selain sebagai vokalis Mahadewa, Virzha juga dinyatakan resmi bergabung dengan sebuah label rekaman yang bernama Alfa Records pada 13 Agustus 2014. Di bawah naungan label ini, Virzha meluncurkan album perdananya pada 27 Februari 2015. Pada tanggal 19 September 2014, Virzha telah terlebih dahulu resmi merilis single pertamanya, "Aku Lelakimu", yang diputar secara serempak oleh 125 radio di seluruh Indonesia. Lagu yang merupakaan ciptaan Pongki Barata dan pernah dipopulerkan oleh Anang Hermansyah ini juga pernah dibawakan oleh Virzha dalam babak Spektakuler VIII Indonesian Idol 2014. Lagu yang menjadi nomor andalan Virzha di album perdananya ini sempat merajai charts di beberapa stasiun radio di Indonesia. Menyusul dikeluarkannya single Aku Lelakimu, pada tanggal 16 Oktober 2014, video klip untuk single ini diluncurkan di channel resmi Alfa Records. Video klip ini disutradarai oleh Virlanwana Langgong dari Hypenotic. Sebagai model dipilih Putri Anne yang dikenal sebagai aktris di beberapa FTV. Dalam waktu kurang dari 3 bulan video klip ini menembus satu juta viewers. Single Aku Lelakimu juga sempat menduduki posisi jawara sebanyak 5 kali berturut-turut di MNC Music Channel pada bulan Desember 2014. Virzha berhasil menyabet penghargaan sebagai Penyanyi Pendatang Baru Terdahsyat di ajang Dahsyatnya Awards 2015. Ini untuk pertama kalinya Virzha meraih supremasi untuk ajang penghargaan di dunia pertelevisian.

4. Fatin Sidqia Lubis

Lahir di Jakarta, 30 Juli 1996; umur 19 tahun atau yang lebih dikenal dengan Fatin Shidqia atau Fatin adalah seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia. Ia merupakan juara ajang pencarian bakat X Factor Indonesia musim pertama. Setelah menjuarai ajang tersebut, Fatin mengeluarkan debut single "Aku Memilih Setia" yang langsung menempati posisi 1 di chart iTunes Indonesia. Fatin mengikuti audisi musim pertama dari X Factor Indonesia dengan membawakan lagu Bruno Mars yang berjudul "Grenade". Kala itu dia masih memakai seragam OSIS karena dia sebelumnya izin sekolah untuk mengikuti audisi ini. Dia pun memakai sweater berwarna abu-abu bergaris-garis. Hal ini karena dia sedang dalam kondisi sakit ketika melantunkan lagu "Grenade". Tepuk tangan meriah ia dapatkan dari keempat juri dan para penonton. Rossa mengatakan bahwa suara Fatin sangat bagus. Ahmad Dhani mengatakan bahwa ia sangat suka suara Fatin. Sementara itu Mulan mengatakan bahwa suara Fatin "bahaya". Keempat juri memberikan 4 Yes. Ia pun berhak maju ke tahap bootcamp. Usai memenangi ajang pencarian bakat X Factor Indonesia musim pertama prestasi Kak Fatin Shidqia Lubis semakin bersinar. Tidak hanya hanya namanya saja yang populer dan memiliki banyak penggemar, cewek kelahiran Jakarta,30 Juli 1996 ini juga sarat akan prestasi. Setelah sukses dengan album For You dan membintangi film 99 Cahaya di Langit Eropa , Fatin Shidqia terus mendulang banyak prestasi. Salah satunya adalah pada ajang tahunan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2014. Tidak tanggung-tanggung pada malam penghargaan AMI 2014 prestasi Fathin Shidqia yang memasuki usinya yang ke 17 tahun tersebut berhasil membawa pulang 5 penghargaan sekaligus, yaitu Artis Solo Wanita Pop, Album Pop/Urban, Produser Album Rekaman, Album Terbaik, serta Pendatang Baru Terbaik. Bagi Fatin penghargaan tersebut menjadi pencatatan yang fantastis mengingat ini adalah tahun pertama baginya terjun di industri musik indonesia. Hebatnya lagi, dua dari lima penghargaan yang diterima nya adalah kategori bergengsi, Album Terbaik dan Artis Solo Wanita Pop. Itu artinya, K Fatin berhasil menyingkirkan pesaing berat seperti Raisa dan Andien pada kategori penyanyi Solo Wanita terbaik, dan mengalahkan Afgan pada kategori Album Terbaik.

5. Brianna Simorangkir

Namanya masih baru di dunia musik tanah air, namun soal bakat ia merupakan salah satu penyanyi muda yang layak diperhitungkan. Paras dan postur menawan, suara yang sangat empuk menjadi satu hal yang maksimal untuk dinikmati. Selama ini jika berbicara tentang solois wanita yang sedang naik daun, nama Raisa lah yang pasti disebut. Namun, Brianna siap menjadi pilihan lain selain Raisa yang lagu-lagunya masih itu-itu saja. Apalagi Brianna juga sangat pintar menciptakan lagu-lagu keren. Brianna adalah orang asing bagi mayoritas penonton Java Jazz 2012 saat itu. Pasalnya, itulah momen perdana dirinya menginjak tanah Jakarta. Ucapan bernada meremehkan pasti sempat terlontar dari mulut penonton, namun saat ia mengeluarkan suaranya, remeh langsung bermetamorfosis menjadi decak kagum. Suaranya mentereng dan meliuk, seimbang dengan tampilan fisiknya. Bahkan di antara penonton tersebut ada satu orang yang bekerja di label rekaman Catz Records dan langsung tertarik untuk mengontrak Brianna sebagai salah satu daftar artisnya. Walau sempat menolak karena alasan enggan sellout, akhirnya Brianna menerima tawaran tersebut demi membanggakan orang tua. "Saya sign karena perasaan guilt terhadap orang tua. Sebelumnya, saya belum pernah memberikan apa-apa yang membuat mereka bangga," ujar Brianna kepada Rolling Stone Indonesia pertengahan April lalu. Sebagai seorang pendatang baru, Brianna memiliki kepribadian blak-blakan. Fakta bahwa kini ia berada di bawah naungan label rekaman besar tak membuatnya lunak, perempuan berusia 20 tahun ini justru bisa memanfaatkan wawancara media yang ia lakukan untuk mengungkapkan apa yang ada di hati dan kepalanya kepada khalayak ramai. Seperti yang ia katakan soal harapannya dalam berkarier sebagai penyanyi: "Saya tidak bisa membayangkan diri menciptakan dan menyanyikan lagu-lagu serupa dengan apa yang sering saya dengar di radio, setidaknya sampai saat ini. Saya harap saya bisa menampilkan sesuatu yang orang-orang bisa mendapat ilmu dari sana." Tidak munafik, Brianna mengakui dirinya telah menjadi sellout dengan menjadi roster Catz Records, namun ia tetap ingin memperjuangkan segi artistik dari karya-karya di albumnya yang akan datang. "Saya minta untuk tetap punya artistic take on things. Saya nggak mungkin mau mereka just put out crap, karena dunia ini tidak membutuhkan tambahan crappy music," kata Brianna dengan jejak logat Australia. Dalam mengerjakan album, Brianna akan diproduseri oleh Ayi yang juga merupakan gitaris ecoutez! serta mendapat bantuan penulisan lirik bahasa Indonesia dari Dankie, gitaris Navicula dan Dialog Dini Hari. Meskipun tak menguasai, Brianna bersikeras menggunakan bahasa Indonesia untuk mayoritas lirik lagunya dalam rangka menghormati bahasa utama tempat tinggalnya. Darah musik memang mengalir deras dalam diri Brianna. Sang ayah adalah seorang musisi. Apalagi upacara adat Batak hampir selalu diramaikan oleh kehadiran musik tradisionalnya. Namun keinginan Brianna untuk tampil di hadapan umum dan bisa mencari pemasukan sebagai penyanyi baru timbul saat ia mengambil kelas enam bulan di Conservatorium Music of Sydney. Sayangnya, Brianna terganjal oleh larangan tampil di bar dan klub malam Australia karena usianya yang masih di bawah umur. Oleh karena itu, Brianna memutuskan untuk pulang ke Bali demi bisa bernyanyi di muka publik. Tidak tanggung-tanggung, ia membentuk bandnya sendiri yang dinamakan Freedom Jazz. Dengan menyuguhkan lagu-lagu jazz dan blues, mereka menjadi langganan tampil di sejumlah bar dan klub malam Bali. "Real gig pertama saya ya bersama Freedom Jazz," kata Brianna. Kompromi dari jazz dan blues ke pop, yang kini Brianna usung, dipicu oleh sang ibunda yang memaksanya ikut audisi The Voice cabang Australia. Brianna lolos sampai babak ketiga - terakhir sebelum audisi yang ditayangkan di televisi dengan membawakan lagu jazz klasik, di antaranya milik Thelonious Monk, namun kemudian tersisih karena tidak mau memenuhi permintaan juri untuk memperbarui pilihan lagunya.

Comments

Penyiar

di isi

di isi .

Add A Comment